Capek Bukan Cuma Perasaan : 7 Tips Menjaga Work-Life Balance yang Benar

Capek setelah bekerja itu wajar, tapi capek yang terus menerus dan menumpuk tanpa sempat pulih bisa berdampak ke kualitas hidup, kesehatan hingga keselamatan kerja. Berdasarkan perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kelelahan bukan sekedar masalah pribadi, melainkan risiko kerja yang perlu dikelola dengan baik. Dengan work-life balance, kelelahan setelah bekerja dapat ditekan, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat menurun dan penerapan K3 menjadi lebih optimal. Work-life balance bukan hanya soal gaya hidup, tetapi tentang cara bekerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Kabar baiknya, work-life balance bisa dilatih lewat kebiasaan sederhana, lho.

Berikut beberapa tips dan trik yang realistis untuk diterapkan:

Tentukan Batas Jam Kerja yang Jelas

Biasakan membedakan waktu kerja dan waktu pribadi. Setelah jam kerja selesai, beri ruang untuk benar-benar istirahat. Tidak semua pesan atau pekerjaan harus langsung direspons di luar jam kerja. Dalam K3, batas waktu kerja penting untuk mencegah kelelahan dan menjaga fokus.

Manfaatkan Waktu Istirahat, Jangan Dilewatkan

Istirahat singkat tetap punya dampak besar. Berdiri sejenak, minum air putih, atau menjauh dari layar bisa membantu tubuh dan pikiran pulih. Istirahat bukan tanda malas, tapi bagian dari strategi bekerja dengan aman. Agar tetap efektif dan produktif, durasi istirahat siang idealnya 30–60 menit sesuai ketentuan perusahaan, tanpa memperpanjang jeda kerja secara berlebihan. 

Kenali Sinyal Tubuh Sejak Dini

Mudah lelah, sulit tidur, emosi tidak stabil, atau sering sakit merupakan tanda tubuh butuh jeda. Mengabaikan sinyal ini justru bisa meningkatkan risiko kerja. Menurut Teori Kebutuhan Maslow, istirahat dan rasa aman adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.

Atur Energi, Bukan Hanya Waktu

Work-life balance bukan cuma soal jam kerja, tapi juga soal energi. Prioritaskan tugas penting saat energi masih penuh dan beri jada saat mulai lelah. Mengatur energi membantu menjaga konsentrasi dan kualitas kerja.

Bangun Dukungan di Lingkungan Kerja

Kerja tim yang sehat membantu mengurangi tekanan kerja. Jangan ragu berbagi beban, berdiskusi, atau saling mengingatkan untuk istirahat. Lingkungan kerja yang saling mendukung adalah bagian dari sistem K3 yang baik.

Isi Waktu Pribadi dengan Aktivitas yang Memulihkan

Gunakan waktu di luar kerja untuk hal-hal yang benar-benar membantu pemulihan, seperti tidur cukup, bergerak ringan, hobi, atau quality time dengan orang terdekat. Tidak harus mewah, yang penting konsisten.

Ubah Pola Pikir tentang Istirahat

Istirahat bukan penghambat produktivitas. Justru tenaga kerja yang cukup istirahat akan lebih fokus, lebih aman, dan lebih berkelanjutan. Dalam pendekatan Fatigue Risk Management, istirahat adalah bagian dari pencegahan risiko kerja.

 

Work-life balance bukan merupakan kondisi yang tercapai secara instan, melainkan hasil dari pembentukan kebiasaan kerja yang sehat dan berkelanjutan, guna menjaga kesehatan fisik, mental, serta keselamatan kerja tenaga kerja. Dalam K3, bekerja dengan benar bukan berarti bekerja terus-menerus, melainkan bekerja dengan ritme yang aman dan seimbang.

Rapat Kerja Tahun 2026 PT Pelindo Husada Citra Dorong Budaya Proaktif dan Kolaboratif melalui Detective Hunt: Uncovering Opportunity

Surabaya, 19 Desember 2025 - PT Pelindo Husada Citra (PHC) telah menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 selama dua hari, pada 17–18 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis perusahaan dalam melakukan evaluasi kinerja tahun berjalan sekaligus merumuskan arah dan strategi bisnis untuk menghadapi tantangan serta peluang di tahun 2026.

Mengusung tema “Detective Hunt: Uncovering Opportunity”, Rapat Kerja PHC Tahun 2026 dirancang untuk menumbuhkan semangat seluruh perwira PHC agar semakin proaktif, analitis, dan kolaboratif dalam mencari, mengidentifikasi, serta mengembangkan peluang-peluang baru yang selama ini masih tersembunyi atau belum tergarap secara optimal. Tema ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat ketajaman analisis bisnis serta mendorong inovasi lintas unit kerja.

Rapat Kerja yang dihadiri oleh lebih dari 50 Senior Leader di Lingkungan PT Pelindo Husada Citra ini dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur Utama PT Pelindo Husada Citra, dr. Pudji Djanuartono, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan organisasi untuk terus mengobservasi potensi, baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan.

“Sebagai Perwira PHC, khususnya Senior Leader, harus memiliki kepekaan dan keberanian untuk melihat peluang di balik setiap tantangan. Potensi internal yang kita miliki, jika dikombinasikan dengan pemahaman yang kuat terhadap dinamika eksternal, akan menjadi kunci dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar dr. Pudji.

Selama pelaksanaan Rapat Kerja, terdapat tujuh paparan strategis yang disampaikan oleh masing-masing unit kerja. Paparan oleh Unit Marketing & Business Development menjadi paparan pembuka Rapat Kerja PHC Tahun 2026 pada tanggal 17 Desember 2025 dengan memaparkan strategi pengembangan pasar serta inisiatif bisnis baru, serta paparan ditutup oleh Unit Finance yang menyampaikan proyeksi keuangan, strategi pengelolaan anggaran, serta penguatan fundamental finansial perusahaan pada tanggal 18 Desember 2025.

Setelah setiap pemaparan unit selesai, dr. Pudji memberikan fire briefing sebagai bentuk penguatan arahan strategis. Fire briefing ini bertujuan untuk mempertajam pemahaman atas materi yang disampaikan, menegaskan prioritas, serta memastikan keselarasan antara rencana unit kerja dengan sasaran strategis perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, Bapak RM. Happy Paringhadi selaku Komisaris PHC juga berkesempatan untuk memberikan arahan. Dalam arahannya, Bapak Happy menyampaikan materi mengenai “Steps in the Change Management Process”, yang menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan, pengelolaan transisi secara sistematis, serta peran kepemimpinan dan budaya kerja dalam memastikan keberhasilan transformasi perusahaan.

Ke depan, PHC dihadapkan pada tantangan sekaligus target strategis untuk mencapai revenue sebesar 1/2 triliun pada tahun 2026. Target tersebut menuntut sinergi yang lebih kuat antar unit, inovasi berkelanjutan dalam pengembangan layanan, serta ketepatan strategi dalam merespons dinamika industri kesehatan dan bisnis.

Melalui Rapat Kerja Tahun 2026 ini, PHC menegaskan komitmennya untuk terus bergerak adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Dengan semangat Detective Hunt : Uncovering Opportunity, PHC optimistis mampu mengidentifikasi peluang baru dan mewujudkan kinerja perusahaan yang semakin solid dan berkelanjutan.

Hari Ibu : Menghargai Peran, Menjaga Kesehatannya

Pernahkah kita berhenti sejenak untuk benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan ibu kita?

Di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya yang tidak pernah berhenti, ibu sering kali mengesampingkan kesehatan dirinya sendiri demi keluarga. Hari Ibu Sedunia yang diperingati setiap 22 Desember seharusnya menjadi momentum berharga bagi kita untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan fisik dan mentalnya, tidak hanya memberikan apresiasi secara lisan.

Peran ibu sangat besar dalam menjaga kualitas hidup keluarga. Namun, sebagian besar seorang ibu justru kurang memiliki waktu untuk perhatian dan menjaga kesehatan dirinya sendiri. Pola istirahat yang kurang teratur, kelelahan yang berkepanjangan, dan stress yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi kesehatan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ibu berarti juga menjaga stabilitas dan keharmonisan keluarga.

Melalui peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2025, kita dapat mulai mengambil bagian dalam menjaga kesehatan beliau. Salah satunya, memberikan support dengan mendampingi ibu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, seperti cek tekanan darah, kadar gula darah, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Untuk ibu berusia 20-35 tahun, pemeriksaan yang disarankan meliputi cek hemoglobin (HB) guna mendeteksi anemia, pemeriksaan kesehatan reproduksi, dan deteksi dini gangguan hormonal. Pada usia 35-50 tahun, penting untuk melakukan cek tekanan darah, gula darah, dan pap smear guna mencegah penyakit tidak menular dan mendeteksi dini kanker serviks. Sementara itu, bagi ibu berusia di atas 50 tahun, pemeriksaan seperti tes kepadatan tulang, gula darah, fungsi jantung, dan kolestrol menjadi penting untuk mencegah osteoporosis dan penyakit degeneratif lainnya.

Tindakan preventif (pencegahan) tersebut sangat penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Selain kesehatan fisik, kesehatan mental ibu juga perlu memperoleh perhatian yang sama besarnya. Beban emosional yang dirasakan ibu sering kali tidak terlihat dan cenderung dipendam sendiri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menciptakan ruang komunikasi yang hangat dan suportif, bak dengan mendengarkan cerita serta keluh kesar ibu tanpa menghakimi ataupun mengabaikan perasaannya. 

Kita juga dapat menunjukkan kepedulian melalui pembentukan kebiasaan hidup sehat bersama. Mengajak ibu melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan di pagi hari, menyusun menu makanan bergizi seimbang, hingga membatasi konsumsi makanan tinggi gula maupun lemak yang dapat menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatannya.

Pada akhirnya, Hari Ibu tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi titik awal untuk membangun kesadaran berkelanjutan dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup ibu. Ibu yang sehat adalah pondasi yang kuat bagi keluarga yang harmonis dan penuh kasih.

PHC Hadirkan Dukungan Pendidikan dan Motivasi bagi Tunanetra

Surabaya, 15 Desember 2025 - PT Pelindo Husada Citra (“PHC”) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun 2025. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Light of Hope: PHC untuk Pendidikan dan Motivasi Tunanetra”, yang diselenggarakan di SLB A YPAB Kota Surabaya pada Senin (15/12).

Kegiatan ini menyasar siswa-siswi berkebutuhan khusus, khususnya tunanetra, mulai kelas 3 hingga kelas 6, dengan tujuan mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar sekaligus memberikan motivasi pengembangan diri sejak usia dini. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar, kemandirian, serta kepercayaan diri para siswa dalam menghadapi proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Plt. Direktur Utama PT Pelindo Husada Citra, dr. Pudji Djanuartono, M.Kes, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan inklusif.

“Melalui program Light of Hope ini, PHC ingin menghadirkan harapan dan semangat baru bagi adik-adik tunanetra agar terus percaya pada potensi diri, berani bermimpi, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Pendidikan yang inklusif merupakan fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih setara,” ujar dr. Pudji.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah SLB A YPAB, Oktavia Eka K., S.T., M.MPd, yang menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian dan dukungan dari PHC terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini memiliki dampak nyata, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif dan berdaya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pelindo Husada Citra atas kepedulian dan kontribusi nyata melalui program Light of Hope. Bantuan dan motivasi yang diberikan sangat berarti bagi anak-anak kami, khususnya siswa kelas 3 hingga 6, dalam mendukung proses belajar, pengembangan motorik, serta membangun kepercayaan diri mereka sejak dini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujar Oktavia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan media motorik secara simbolis oleh Plt. Direktur Utama PHC bersama Kepala Sekolah. Adapun bantuan yang diberikan oleh PHC, meliputi tas ransel sekolah, 10 alat bantu motorik, yang terdiri dari bola sepak berbunyi (2 unit), geometri (1 unit), ronce (5 unit), jam mainan braile (1 unit), dan trampoline (1 unit). Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar sekaligus melatih kemampuan motorik dan sensorik siswa tunanetra.

Sebagai bagian dari penguatan mental dan karakter, kegiatan ini juga diisi dengan sesi Motivasi Pengembangan Diri yang dibawakan oleh Psikolog RS PHC Surabaya, Meutia Ananda, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam sesi tersebut, para siswa diajak untuk mengenali potensi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun sikap positif dalam menghadapi berbagai tantangan sejak dini. Serta PHC memberikan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah dan gula darah acak kepada seluruh tenaga pendidik dan karyawan SLB A YPAB Surabaya.

Melalui kegiatan “Light of Hope: PHC untuk Pendidikan dan Motivasi Tunanetra” ini, PHC berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan inklusif dan menghadirkan harapan baru bagi anak-anak tunanetra. Kedepan, PHC berkomitmen untuk terus melaksanakan program CSR yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Perkuat Kolaborasi dan Mutu Layanan, RSUD Gambiran Kota Kediri Kunjungi RS PHC Surabaya

Surabaya, 3 Desember 2025 - Rumah Sakit PHC Surabaya yang dioperasionalkan oleh PT Pelindo Husada Citra (?PHC?) menerima kunjungan kerja dari RSUD Gambiran Kota Kediri dalam rangka mempererat sinergi antar fasilitas pelayanan kesehatan, bertukar wawasan, dan memperluas peluang kolaborasi strategis di bidang pengelolaan maupun peningkatan mutu pelayanan rumah sakit pada Rabu (03/12).

Kunjungan yang menghadirkan 10 orang dari Tim RSUD Gambiran Kota Kediri ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, yaitu dr. Aditya B. Djatmiko, M.Kes. TIm tersebut disambut hangat oleh Plt. Direktur Utama PT Pelindo Husada Citra, dr. Pudji Djanuartono, M.Kes., beserta tim dari Rumah Sakit PHC Surabaya dan PT Prima Citra Nutrindo (?PCN?), anak perusahaan PHC yang bergerak di bidang jasa boga dan penyedia makanan sehat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi penyambutan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Dalam sambutannya, dr. Pudji Djanuartono, M.Kes. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan RSUD Gambiran Kota Kediri untuk menjadikan PHC sebagai salah satu tempat kunjungan kerja.

"Kunjungan ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk saling belajar dan memperkuat jejaring. Kami meyakini bahwa kolaborasi dan saling berbagi pengalaman ini menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, serta berorientasi pada keselamatan pasien," ujar dr. Pudji.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Company Profile PHC yang memberikan gambaran komprehensif mengenai sejarah perusahaan, lini bisnis, fasilitas layanan, capaian, dan komitmen PHC dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien. Usai pemaparan tersebut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang membahas mengenai aspek strategis, mulai dari tata kelola rumah sakit, alur pelayanan pasien, standar mutu dan keselamatan pasien, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung efektivitas dan efisiensi layanan.

Selain itu, Tim RSUD juga berkesempatan untuk belajar mengenai bidang usaha jasa boga dan makanan sehat yang dimiliki oleh PHC, yaitu PT PCN, bersama Direktur Utama PT Prima Citra Nutrindo, Ludy Andang, S.KM

Sebagai bagian dari agenda utama, PHC mengajak Tim RSUD Gambiran Kota Kediri untuk melakukan Hospital Tour di lingkungan RS PHC Surabaya yang dipandu langsung oleh dr. Rony Kurniawan, M.Kes., FisQua selaku Pjs. Hospital Director RS PHC Surabaya. Hospital Tour ini bertujuan untuk melihat secara langsung operasional, layanan, serta fasilitas yang dimiliki oleh PHC, seperti unit Medical Check-Up (MCU), Priority Clinic, Ruang Rawat Inap President Suite dan Suite, Orthopedic Center, hingga layanan Medical Rehabilitation Center

Dalam kesempatan tersebut, dr. Aditya B. Djatmiko, M.Kes. menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan kesan yang sangat positif serta menjadi pengalaman berharga bagi Tim RSUD Gambiran Kota Kediri dengan meninjau secara langsung implementasi layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien di RS PHC.

"Kami merasa bahwa RS PHC saat ini sudah mampu untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang canggih, pelayanan yang eksekutif dengan memperhatikan kenyamanan pasien, keselamatan pasien, dan banyak hal-hal lain yang bisa dipakai sebagai pembelajaran oleh RSUD Gambiran Kota Kediri," ujar dr. Aditya.

Melalui kegiatan ini, PHC kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan menghadirkan inovasi di bidang pelayanan kesehatan, sejalan dengan visinya untuk memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem dan ketahanan kesehatan nasional.

Image

Office Address

  • 121 King Street, Australia
  • example@gmail.com
  • (00) 2500-123-4567

Social List