Pentingnya Sustainable Diet bagi Kesehatan dan Lingkungan

Pentingnya Sustainable Diet bagi Kesehatan dan Lingkungan

Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran gizi dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan kehidupan. Di tengah meningkatnya masalah perubahan iklim, krisis pangan, kerusakan lingkungan hingga meningkatnya penyakit tidak menular akibat pola makan tidak sehat, konsep sustainable diet atau pola makan berkelanjutan ini semakin relevan untuk diangkat sebagai solusi jangka panjang.

Apa Itu Sustainable Diet?

Sustainable diet adalah pola konsumsi makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung kesehatan manusia, tetapi juga memberikan dampak terhadap lingkungan, mendukung ketahanan pangan, dan dapat diterima secara sosial dan budaya. Pola makan ini menekankan keseimbangan antara kuantitas dan kualitas pangan, keberagaman sumber makanan, serta cara produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan kata lain, sustainable diet mengajak masyarakat untuk tidak hanya bertanya “cukup atau tidak makanan yang dikonsumsi”, tetapi juga “seberapa bergizi, aman, dan ramah lingkungan makanan tersebut”.

Kualitas Pangan sebagai Kunci Kesehatan

Dalam konteks gizi, kualitas pangan berperan sangat penting. Konsumsi makanan yang beragam dan kaya zat gizi memberikan dampak yang berarti bagi daya tahan tubuh, fungsi kognitif, dan pencegahan berbagai penyakit. Pola makan yang berkualitas rendah, meskipun cukup secara kalori, tetap mengakibatkan masalah gizi ganda, mulai dari kekurangan zat gizi mikro, kelebihan berat badan hingga obesitas.

 

Tips & Trik Menjalankan Sustainable Diet ala Gen Z

Generasi Z (Gen Z) sebagai generasi dengan populasi tertinggi yang agile dalam memanfaatkan teknologi berperan strategis untuk mendorong perubahan pola konsumsi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Berikut beberapa langkah sederhana dan realistis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :

Pilih Makanan Beragam, Bukan Sekedar Kenyang

Fokus pada kualitas makanan dengan mengkombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Tidak hanya mengejar porsi besar, tetapi memastikan kandungan gizinya seimbang.

Utamakan Pangan Lokal dan Musiman

Mengkonsumsi pangan lokal membantu mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung petani dan pelaku usaha lokal. Selain lebih segar, pangan lokal umumnya memiliki nilai gizi yang lebih terjaga.

Batasi Konsumsi Daging Merah dan Olahan

Produksi daging merah berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dan penggunaan air.

Kurangi Makanan Ultra-Proses secara Bertahap

Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak. Gen Z dapat mulai dengan langkah kecil, seperti mengganti minuman manis dengan air putih atau infused water.

Biasakan Membaca Label Pangan

Memahami informasi nilai gizi, komposisi, dan tanggal kadaluarsa membantu Gen Z membuat pilihan makanan yang lebih sadar gizi dan bertanggung jawab.

Kurangi Food Waste dengan Porsi Bijak

Ambil makanan secukupnya dan habiskan. Merencanakan menu harian atau mingguan juga dapat membantu mengurangi pemborosan makanan.

Jadikan Gaya Hidup, Bukan Tren Sesaat

Sustainable diet bukan tentang diet ketat atau larangan ekstrem, tetapi perubahan gaya hidup jangka panjang yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

 

Melalui peringatan HGN 2026, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya penerapan sustainable diet. Pola makan berkelanjutan tidak hanya berkontribusi pada kesehatan individu, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan di masa mendatang. Oleh karena itu, mari kita mulai menerapkan prinsip sustainable diet dalam kehidupan sehari-hari dengan memilih pangan yang bergizi, beragam, dan bertanggung jawab.

Image

Office Address

  • 121 King Street, Australia
  • example@gmail.com
  • (00) 2500-123-4567

Social List