Dalam setiap sistem pelayanan kesehatan modern, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas merupakan komponen yang tidak tergantikan. Darah berperan penting dalam berbagai tindakan medis, mulai dari penanganan kegawatdaruratan, prosedur operasi besar, penanganan trauma akibat kecelakaan, hingga terapi rutin bagi pasien dengan penyakit kronis seperti thalasemia dan kanker. Mengingat darah tidak dapat diproduksi secara buatan dan memiliki masa simpan terbatas, keberlanjutan pasokan darah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, donor darah menjadi aktivitas esensial dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dan menyelamatkan nyawa.
Mengapa Donor Darah Sangat Penting
Donor darah lebih dari sekedar tindakan sosial, tetapi juga kebutuhan medis yang sangat mendesak. Darah yang didonorkan akan digunakan dalam berbagai situasi, seperti:
- Menangani kecelakaan dan trauma berat yang mengakibatkan kehilangan banyak darah.
- Mendukung operasi besar dan perawatan intensif dimana transfusi darah ada kalanya dibutuhkan.
- Membantu pasien dengan penyakit darah kronis yang membutuhkan transfusi berkala.
- Menjamin keselamatan ibu ketika persalinan dengan komplikasi pendarahan.
Stok darah yang aman dan memadai mampu menentukan hidup dan mati seseorang. Namun, pasukan darah selalu menjadi tantangan untuk dipenuhi, terutama ketika meningkatnya kasus medis dan bencana.
Kebutuhan Donor Darah di Indonesia
Merujuk pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara yang ideal seharusnya mempunyai stok darah sekitar 2 persen dari jumlah populasi yang ada (Kemenkes, 2025). Dilansir dari Worldometer (2026) diketahui per tahun 2025, populasi Indonesia berjumlah 287.005.814, maka kebutuhan darah yang harus dimiliki setidaknya 5,7 juta kantong per tahun. Namun, realita yang ada menunjukkan bahwa kebutuhan darah nasional tahun 2024 hanya sekitar 5,6 juta kantor per tahun atau masih jauh dari angka ideal.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah secara sukarela menjadi kunci dalam menjembatani ketimpangan tersebut. Semakin banyak pendonor yang aktif setiap tahunnya, semakin besar peluang untuk memenuhi kebutuhan pasien di seluruh negeri.
Siapa yang Bisa Donor Darah
Donor darah dapat menjadi aman dan bermanfaat bagi semua pihak ketika dilakukan sesuai dengan syarat yang benar. Berikut adalah persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendonor menurut standar Palang Merah Indonesia (PMI):
- Berusia antara 17-65 tahun (dengan beberapa ketentuan khusus)
- Berat badan minimal 45 kg
- Tekanan darah normal sesuai batas aman
- Kadar hemoglobin dalam darah sesuai standar
- Tidak sedang sakit berat, hamil, atau menyusui
- Interval antara donor minimal 12 minggu (3 bulan) sejak donor terakhir
Selain itu, pendonor yang memiliki penyakit menular tertentu, kondisi media tertentu, atau sedang dalam pengobatan khusus biasanya tidak diperkenankan mendonorkan darah demi keamanan pendonor maupun penerima darah.
Syarat Penerima Darah
Penerima darah merupakan pasien yang secara medis membutuhkan transfusi darah. Syarat penerima darah lebih ditentukan oleh kondisi medis, seperti:
- Jumlah hemoglobin yang rendah sehingga membutuhkan darah
- Kondisi kehilangan darah akut akibat kecelakaan atau pendarahan
- Prosedur bedah besar yang memerlukan dukungan transfusi
- Penyakit yang mempengaruhi produksi darah atau menghancurkan sel darah
Tim medis nantinya akan menentukan apakah pasien aman dan tepat untuk diberi transfusi darah berdasarkan riwayat medis, hasil laboratorium, dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.
Manfaat Donor Darah bagi Pendonor
Melakukan donor darah tidak hanya berupaya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan pendonor, salah satunya dengan merangsang pembentukan sel darah baru sehingga menjaga keseimbangan darah dalam tubuh. Donor darah secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor. Selain itu, donor darah memberikan manfaat psikologis berupa rasa kepedulian dan kepuasan karena telah membantu sesama.






