Press Release

CSR Peningkatan Kesehatan - 3 Hari, Bantu Tangani 17 Operasi di Masalembu

Masalembu. Salah satu kepulauan terluar yang juga tercatat sebagai salah satu kepulauan di Kabupaten Sumenep Madura, baru - baru ini disinggahi Kapal Rumah Sakit Terapung Kstaria Airlangga (RSTKA).

Kapal RSTKA yang berangkat dari Gapura Surya Nusantara Surabaya pada Jumat, 12 April 2019 pukul 16.00 WIB ini membawa 15 Dokter Spesialis, 7 Dokter Umum, 1 Dokter Gigi serta 17 Perawat. Bersandar di pulau berpenduduk sekitar 22 ribu jiwa itu selama 3 hari dengan satu misi, yakni memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar. Gratis alias tanpa dipungut biaya.

16 Jam Perjalanan Laut

Panji Kusuma Putra, salah satu perawat Kamar Operasi RS PHC Surabaya, yang tergabung bersama 58 relawan medis lainnya dalam misi kemanusiaan tersebut mengungkapkan betapa sulitnya mencapai Masalembu.

”Perjalanan memakan waktu kurang lebih 16 jam dengan jalur laut, berangkat dari Gapura Surya Nusantara Surabaya (12/4) pukul 16.00 WIB, bersandar di Pulau Masalembu pukul 08.00 WIB keesokan harinya. Alhamdulillah cuaca kemarin sedang baik, kalau cuaca tidak bersahabat mungkin bisa lebih” kata Panji di sela-sela waktu istirahat tindakan operasi di Masalembu, Sabtu (13/4)

Ia menuturkan, sebelum ke Masalembu, Tim RSTKA sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Puskesmas Masalembu terkait bantuan medis apa yang sekiranya dibutuhkan, “Setelah melakukan komunikasi beberapa minggu sebelum keberangkatan, fokus penanganan kesehatan yang dilakukan di Masalembu meliputi penanganan tingkat dasar dan penanganan lanjutan seperti operasi hernia, prostat, katarak, persalinan dengan sectio caesarea (SC) serta beberapa operasi lainnya. Kebetulan saya yang mendapat amanah support di Kamar Operasi RSTKA”.

Badai dan Tidak Ada Sinyal Internet

Setibanya di Masalembu, selama 3 hari layanan RSTKA buka mulai jam 8 pagi hingga 12 malam. ”Layanan dibagi menjadi 2, ada yang melayani pemeriksaan tingkat dasar seperti cek tekanan darah dan tes HIV. Ada juga yang melayani penanganan lanjutan seperti tindakan operasi di Kapal” ujar Panji

Pertama kali dioperasikan pada Oktober 2017, Kapal sepanjang 27 meter dan lebar 7,2 meter ini dilengkapi dengan 3 bed untuk tindakan operasi lengkap dengan peralatan medis yang dibutuhkan.
 
Namun, tidak setiap hari operasi yang sudah dijadwalkan dengan baik oleh Panji dan relawan medis berjalan dengan lancar. “Hari pertama jadwal operasi berjalan lancar. Hari kedua, cuaca kurang bersahabat, turun hujan disertai angin dan gelombang tinggi 2 meter, membuat kapal menjadi tidak stabil. Semua tindakan operasi akhirnya di tunda hingga 3 jam”.

Tak hanya beberapa operasi yang akhirnya ditunda, badai juga membuat beberapa relawan medis yang standby operasi di kapal mabuk laut, bahkan sampai muntah, “Syukur Alhamdulillah, setelah badai reda dan relawan medis membaik, beberapa agenda operasi tersisa bisa kami tuntaskan” kata perawat yang sudah bekerja selama 4 tahun ini di RS PHC Surabaya.

Selain kendala cuaca, kendala lain yang ia dan relawan lain alami salah satunya ialah tidak adanya sinyal internet di Masalembu. “Kalaupun ada sinyal, hanya bisa digunakan untuk sekedar telfon dan SMS”, ungkapnya 

Operasi Terbanyak

Selama 3 hari di Masalembu, tercatat relawan medis RSTKA telah melayani 699 pemeriksaan kesehatan dasar dan 87 pasien diantaranya adalah pasien operasi. “Ini operasi terbanyak saya selama 2 hari efektif, total ada 17 pasien yang saya dan tim bantu operasi,” ucapnya dengan senyum puas.  

“Selama ini, mungkin kita bisa dengan mudah menemukan pelayanan kesehatan yang bagus disekitar kita, namun disini belum. Hanya ada 1 Puskesmas, dengan 1 orang dokter dan beberapa perawat, peralatan medis juga belum memadai. Jika ingin ke rumah sakit, paling singkat harus menempuh 16 jam perjalanan laut” katanya ketika disinggung tentang fasilitas kesehatan di Masalembu.

Ia dan relawan medis lainnya berharap, kedepannya layanan-layanan kesehatan yang ada di kepulauan-kepulauan terluar bisa memiliki fasilitas medis penujang dan tenaga kesehatan yang mumpuni “Jadi, angka kesakitan bisa ditekan, kalau ada kondisi medis darurat bisa segera ditangani. Sehingga, status kesehatan masyarakat juga meningkat” tutupnya.

Selamat bertugas kembali rekan-rekan relawan medis, mengabdi untuk menyehatkan negeri!