Press Release

ADA HARAPAN UNTUK SULTHAN

Surabaya - Sulthan Mahudin (14), adalah bocah asal Tanoh Dapet, Celala, Aceh Tengah, yang mengalami kondisi Orbital Meningioma Sinistra atau tumor yang berasal dari selaput otak dan menyerang mata sebelah kiri. Setelah tak sengaja berjumpa dengan CEO Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara saat dinas ke Jakarta, Sulthan mendapatkan bantuan untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani operasi pembedahan serta pengambilan tumor nya di RS PHC Surabaya.

Meningioma yang sudah diderita selama 7 tahun tersebut belum diketahui pasti penyebabnya, apakah kelainan gen atau lainnya. Seiring dengan bertambahnya usia, tumor yang berada di mata sebelah kiri terus membesar sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, syaraf mata dan kelenjar air mata. Dengan kondisi tersebut, praktis mata kiri Sulthan tidak bisa melihat dengan jelas. Ia pun terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan sejak bangku kelas 5 SD.

Sulthan yang masuk RS PHC Surabaya semenjak tanggal 16 Februari 2018, melakukan sejumlah prosedur medis diantaranya Pemeriksaan MRI, Biopsi Jaringan, Embolisasi Tumor dan Operasi Debulking. Debulking sendiri merupakan tindakan pembedahan dan pengurangan massa tumor pada mata.

“Langkah pertama yang dilakukan adalah Pemeriksaan MRI atau Magnetic Resonance Imaging, berupa prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ.Langkah kedua, dilakukan Pemeriksaan Biopsi berupa pengambilan sampel jaringan atau sel untuk di analisis di laboratorium. Serta yang ketiga, dilakukan Embolisasi Tumor, yakni prosedur bedah minimal invasif yang bertujuan menghentikan supply aliran darah ke tumor, sehingga meminimalisir terjadinya perdarahan saat operasi berlangsung” ujar dr. Agus Akhmadi, Direktur PT Pelindo Husada Citra (PHC).   

Setelah dilakukan pemeriksaan secara komprehensif, dilakukanlah operasi Debulking pada tanggal 8 Maret 2018, dengan Tim Operasi yang dipimpin oleh dr. Wiyono Hadi, Sp.THT-KL, Dokter Spesialis THT Rumah Sakit PHC Surabaya. Tim ini melibatkan 14 dokter spesialis lainnya dari berbagai Staf Medis Fungsional (SMF), diantaranya   SMF Mata, SMF THT, SMF Patologi Anatomi dan SMF Bedah Syaraf. Selain itu, sejumlah 12 perawat Kamar Operasi dan Anaestesi juga turut membantu operasi yang berlangsung kurang lebih selama 9 jam tersebut.

Pasca operasi, Sulthan dirawat di Ruang ICU selama 2 hari. Ketika kondisinya sudah dinyatakan stabil, Sulthan di pindahkan perawatannya di Ruang Rawat Inap. Menurut pengakuan Ketua Tim Operasi, hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) menunjukkan bahwa Sulthan di diagnosa Orbital Meningioma Sinistra Stadium 1, dimana tumor jenis ini mempunyai sifat jinak dan tumbuhnya lambat. Jika terus dibiarkan, tumor berpotensi terus membesar dan membahayakan organ-organ lainnya.   

Ayah dari Sulthan, Jemalim (45) mengaku sangat berterima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan      PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), baik untuk bantuan biaya pemeriksaan, operasi dan biaya perawatan selama di RS PHC Surabaya. Program bantuan Corporate Social Responsibility ini meliputi penjemputan Sulthan dan keluarganya dari Aceh, untuk kemudian diterbangkan ke Surabaya. Masih menurut pengakuan Ayahnya, Sulthan sangat bahagia naik pesawat, karena itu merupakan salah satu cita-cita terbesar dari Sulthan sejak Sekolah Dasar.

“Kondisi penglihatan Sulthan yang awalnya sulit melihat pada mata kanan karena efek penekanan syaraf mata sebelah kiri yang terkena tumor, setelah dilakukan operasi, hasilnya sudah mulai membaik, harapannya mata sebelah kiri yang telah dioperasi juga berangsur-angsur pulih”, ungkap Ayah Sulthan.

Setelah sembuh nanti, Sulthan berharap dapat menempuh ujian Paket A dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. ”Sangat senang, terimakasih buat semuanya. Untuk Bapak Ary serta Pelabuhan Indonesia III, saya ucapkan terimakasih banyak”, pungkas Sulthan seraya tak kuasa menahan air matanya. 

Selanjutnya untuk proses rehabilitasi pasca operasi, rencananya akan di lakukan di rumah sakit terdekat dengan domisilinya. Sulthan sendiri dapat diperkirakan pulang pada tanggal 27 Maret 2018. Dimana proses pencabutan dan pembersihan jahitan operasi telah selesai.