Berita

22/01/2020 - RS PHC Surabaya Gelar Emergency Response Plan Untuk Latih Kesiapsiagaan Bencana

SURABAYA - RS PHC Surabaya menggelar pelatihan Hospital Emergency Response Plan melalui kegiatan simulasi dan evakuasi kebakaran. Selain bertujuan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana kebakaran, pelatihan ini sekaligus juga menjadi penyegaran materi bagi pegawai dilingkungan RS PHC Surabaya.

"Prinsip kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana, terutama dalam penanggulangan bahaya kebakaran dilingkungan RS PHC Surabaya harus terus ditingkatkan, agar tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman untuk semua orang." ungkap Direktur Utama PT PHC, dr. Agus Akhmadi.

dr. Agus juga menyampaikan dalam setahun terakhir, Manajemen PT PHC yang mengoperasikan jaringan Rumah Sakit dan Klinik PHC telah melakukan 12 kali pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran serta satu kali pelatihan simulasi dan evakuasi bencana kebakaran.

”Pelatihan terkait K3 ini diberikan kepada 288 pegawai dengan total 80 jam pelatihan tiap tahun” ujar dr. Agus saat memberikan arahan pada pelatihan simulasi dan evakuasi bencana di GSG RS PHC Surabaya Rabu (22/1)



Selain itu, untuk meningkatkan sinergi dan mengukur respon time penanggulangan bahaya kebakaran di lingkungan RS PHC Surabaya, pada pelatihan ini juga melibatkan Tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Pelindo III Regional Jawa Timur.

Koordinator Tim PBK Pelindo III Regional Jawa Timur, Agustinus Tri, memberi apresiasi atas pelatihan simulasi dan evakuasi kebakaran yang dilakukan rutin setiap tahun oleh manajemen PT PHC.

"Secara pemahaman materi, praktik lapangan pemadaman api, evakuasi hingga kerjasama yang dilakukan antara petugas RS PHC Surabaya dengan Tim PBK sudah cukup baik. Kemudian untuk respon time terhadap bencana kebakaran dalam simulasi kali ini kurang dari 5 menit. In case terjadi sesuatu, bisa dengan cepat melakukan penanggulangan baik secara mandiri ataupun dengan dukungan dari eksternal.” ujar Agustinus.



Dalam pelatihan yang melibatkan 42 peserta ini, kasus yang disimulasikan adalah penanggulangan terjadinya kebakaran di salah satu pelayanan rawat inap yang disebabkan unsafe action oleh salah satu keluarga pasien. Selain itu juga disimulasikan tata cara evakuasi pengunjung yang terjebak didalam lift ketika terjadi kebakaran.

“Kami tidak ingin bencana kebakaran dan bencana lain terjadi dilingkungan PHC Group. Tapi jika sampai terjadi, seluruh tim emergency respon plan mulai dari tim penanggulangan, evakuasi, medis, dokumen, komunikasi hingga tim pengamanan area harus siap kapanpun dibutuhkan” pungkas dr Agus. (irv)