Berita

16/08/2019 - 40 Perawat Ikut ACLS Training di RS PHC Surabaya

Kejadian henti jantung (sudden cardiac arrest) merupakan penyebab kematian terbesar pada penderita dewasa yang menderita penyakit jantung koroner. Karena itu, tenaga medis dan paramedis terus didorong meningkatkan kompetensi dengan menguasai Advance Cardiac Life Support (ACLS) atau pelatihan bantuan hidup jantung lanjut.

"ACLS merupakan kelanjutan dari Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kalau BHD untuk orang awam, ACLS diperuntukkan khusus tenaga medis, termasuk perawat," kata Direktur Utama PHC Group, dr Agus Akhmadi, disela-sela pelatihan ACLS yang diselenggarakan di RS PHC Surabaya, Kamis (15/8). 

Menurutnya, bagi tenaga kesehatan, keterampilan dasar untuk menolong pasien dalam kondisi kegawatan adalah ACLS. Kegawatan dalam hal ini adalah kondisi seseorang yang dapat menimbulkan atau mengancam jiwa dan memerlukan pertolongan cepat, cermat dan tepat.

"Kondisi kegawatan itu misalnya henti jantung, serangan jantung, tiba-tiba pasien tidak sadar, kurang cairan, gangguan otak dan sebagainya. Parameter yang diukur di antaranya mulai denyut jantung, pernapasan dan respon korban," imbuhnya.

dr Agus Akhmadi berharap, adanya pelatihan itu dapat meningkatkan keterampilan dokter dan perawat dalam penanganan pasien henti jantung maupun keadaan sebelum henti jantung. 

Sementara itu, VP Human Development and Commercial Training PHC Group, Yoga Arya Kuswanto menambahkan, tim pengajar pelatihan itu berasal dari PPNI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Meliputi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis anastesi serta instruktur perawat terlatih.

"Pasca pelatihan ini, harapannya ketika nanti menemui pasien dalam kondisi kegawatan, mereka dapat melakukan penanganan secara cepat dan tepat, sesuai aturan yang ada," ujarnya. (irv)