Arrow
Arrow
Slider

Jangan abaikan nyeri sendi, karena bisa jadi itu pertanda awal Anda mengidap penyakit osteoarthritis (OA). Penyakit yang 70 persen diderita wanita dan pria yang berusia 45 tahun ini, ditandai dengan sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan tulang sendi yang bisa menyebabkan kerusakan rawan sendi. Kondisi ini juga dikenal sebagai pengapuran sendi.

OA menyerang pada sendi - sendi seperti tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Namun tidak menutup kemungkinan akan menyerang bagian tulang lainnya. Karena OA bisa menyerang semua persendian di sekujur tubuh, termasuk tulang belakang, tetapi terutama menyerang sendi lutut serta panggul.

Penting bagi Anda untuk menjaga berat badan ideal untuk mengurangi resiko terjadinya OA. Hal ini dikarenakan sendi yang menumpu berat tubuh, rawan terserang penyakit ini.

Menurut dokter Taufin Warindra spesialis bedah orthopedi RS PHC Surabaya, tingkat keparahan penyakit ini berbeda - beda pada masing - masing penderita karena penyakit ini berkembang sesuai dengan kondisi tubuh penderita. Tulang rawan adalah jaringan ikat padat yang kenyal dan elastis yang menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan. OA menyebabkan tulang rawan dan bantalan sendi mengalami kerusakan perlahan-lahan.

Risiko dan Penyebab
Faktor risiko dan penyebab OA perlu dipahami agar Anda bisa melakukan pencegahan penyakit ini. Beberapa faktor risiko yang penyebab OA selain obesitas dan usia adalah aktivitas fisik yang berlebihan, pernah mengalami cedera patah tulang, wanita lebih berisiko terserang ostearthritis daripada pria. Selain itu, bila Anda memiliki keluarga yang juga mengidap OA. Maka besar kemungkinan Anda juga dapat mengalaminya. Penderita asam urat atau rheumatoid arthritis dan Anda yang jarang berolah raga memiliki risiko lebih tinggi terkena OA.

Lantas, apa saja gejala yang biasa ditimbulkan oleh OA? Gejala - gejala OA biasanya datang dan pergi sehingga beberapa penderita terkadang tidak menyadari bahwa mereka sudah terserang penyakit ini. Berikut ini gejala OA:

  • Nyeri pada sendi. Biasanya nyeri timbul pada pagi hari dan saat setelah duduk lama ataupun ketika dalam posisi menopang tubuh.
  • Sensasi kaku pada sendi saat tidak digerakkan pada waktu yang lama.
  • Pembengkakan dan peradangan pada sendi dan menimbulkan kemerah - merahan pada kulit.
  • Persendian mengeluarkan bunyi ketika melakukan aktivitas.
  • Deformitas, perubahan bentuk sendi.
  • Penderita mengalami keterbatasan gerak akibat nyeri yang dirasakan pada sendi.
  • Lemas otot dan massa otot berkurang.

Bila Anda sudah mengalami berbagai gejala atau bahkan telah didiagnosis dokter menderita penyakit ini. Terlebih dahulu Anda harus mengetahui dan memahami penyakit OA, agar pemeriksaan awal bisa dilakukan sebelum timbul komplikasi.

Sebelum dilakukan tindakan maupun pengobatan untuk penderita OA, biasanya dokter terlebih dahulu menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan serta berbagai tes untuk menentukan diagnosa serta tingkat keparahan penyakit ini. Misalnya seperti foto radiologi, CT scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), serta tes darah.

Tes ini pun juga berfungsi untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai. Dalam beberapa kasus OA, penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Pengobatan biasanya hanya merujuk pada pengurangan gejala OA agar penderita dapat melakukan aktivitas seperti pemberian obat - obatan tertentu dan terapi fisik yang dianjurkan oleh dokter.

Namun, pada kasus lainnya pembedahan diperlukan untuk mengganti sendi, biasanya dilakukan pada penderita pengapuran sendi stadium lanjut pada lutut. Bagi Anda yang menderita obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan untuk mengurangi gejala OA.

4 Langkah Cegah Osteoarthritis :

  • Olah raga secara teratur.
  • Mempertahankan berat badan ideal agar terhindar dari obesitas.
  • Menjaga pola makan dengan makan makanan yang bergizi.
  • Hindari aktivitas yang berlebihan yang banyak membebani lutut.